GPT dan MBR adalah – Perbedaan Partisi Pada Hardisk

Diposting pada

Apa Perbedaan Partisi GPT dan MBR?

Apa Perbedaan Partisi GPT dan MBR?

IlmuPengetahuan.co.id – Hallo teman.. pada kesempatan kali ini saya akan memberikan penjelasan mengenai perbedaan pertisi GPT dna MBR pada Hardisk. Seperti yang kalian ketahui partisi hardisk saat ini tersedia dalam dua jenis. Jika Anda belum mengenal arsitektur partisi hardisk, itu terdiri dari MBR (Master Boot Record) dan GPT (GUID Partition Table). Kedua arsitektur partisi hardisk memiliki sistem kerja yang berbeda ketika menetapkan sektor hardisk untuk LBA (Logical Block Addressing) secara CHS (Cylinder Head Sector).

GPT dan MBR sama-sama partisi hardisk, keduanya memiliki fungsi sebagai informasi dan mengelola partisi hardisk yang dibaca oleh sistem operasi (sistem operasi). Partisi itu sendiri dapat dibilang dengan rumah kosong, yang kemudian kita bagi/partisi sesuai kebutuhan. Ada kamar, kamar mandi, ruang tamu, dll. Semua memiliki fungsi-fungsi yang berbeda, begitu juga dengan sebuah partisi hardisk. Prinsipnya hampir sama dengan yang digunakan untuk rumah kosong tadi. Perbedaannya bahwa setiap kamar-kamar telah diubah menjadi beberapa partisi primer dan extended.


MBR (Master Boot Record)

MBR adalah jenis partisi hardisk standar lama yang digunakan untuk mengelola partisi pada hardisk. Meskipun merupakan standar lama, partisi MBR ini masih banyak digunakan oleh banyak orang. MBR sendiri adalah jenis pertama dari partisi hardisk standar yang memainkan peran penting dalam menginformasikan bagaimana partisi logical diatur dalam perangkat penyimpanan.

Di dalam MBR, Anda hanya memiliki 4 partisi primer. Untuk membuat lebih dari 4 partisi hardisk, Anda dapat mengatur partisi primer keempat sebagai partisi extended. Anda kemudian dapat membuat beberapa sub-partisi di dalamnya. MBR menggunakan tipe 32-bit untuk merekam (record) partisi, setiap partisi MBR maksimum hanya dapat mencapai 2 TB (terabyte) ukurannya. Perhatikan gambaran umum MBR dibawah ini :

MBR (Master Boot Record)

Dari gambaran umum di atas kita bisa melihat bahwa ada beberapa kelemahan dalam partisi MBR. Berikut kelemahan partisi MBR :

  • Anda hanya dapat memiliki empat (4) partisi pada hardisk bertipe MBR. Selain itu, setiap partisi memiliki batas kapasitas maksimum hanya 2 TB (Terabyte).
  • Dengan kapasitas terbatas, masalah jika Anda memiliki kapasitas besar, contohnya jika Anda memiliki kapasitas penyimpanan 150 TB.
  • Hanya MBR tempat di mana informasi partisi diproses. Jadi jika suatu hari terjadi masalah (corrup data), seluruh hardisk tidak dapat dibaca lagi.

GPT (GUID Partition Table)

GPT adalah standar terbaru dalam teknologi partisi hardisk. GPT mengunakan teknologi Global Enique Indentiveiers (GUID) untuk menerjemahkan partisi. GPT sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari UEFI yang telah menggantikan posisi pada BIOS. Untuk menggunakan UEFI partisi GPT harus digunakan, tidak lagi menggunakan partisi tipe MBR.

Salah satu kelebihan GPT adalah Anda dapat membuat partisi tanpa batas pada hardisk GPT. Meski pada umumnya terbatas pada 128 partisi saja. Berbeda dengan MBR, yang hanya terbatas pada kapasitas 2 TB per partisi, setiap partisi di GPT dapat menyimpan hingga 128 partisi dan mendukung penyimpanan hingga 9,4 ZB (Zettabytes) per partisinya.

Note :
1 Zettabyte = 1.000.000 Terabyte

GPT (GUID Partition Table)

Dari skema gambar GPT tersebut, Anda dapat melihat apakah ada GPT primary di awal pembacaan hardisk dan GPT secondary di akhir. Ini membuat GPT lebih unggul dari MBR. GPT menyimpan header dan tabel partisi cadangan di akhir hardisk. Karena itu dimungkinkan untuk recovery data jika tabel utama rusak/corrupt primary.


Perbedaan Partisi MBR dan GPT

Dari artikel diatas sudah dijelaskan mengenai partisi hardisk dengan tipe MBR dan GPT, juga sudah dibahas kekurangan dan kelebihannya. Untuk memperjelas perbedaan apa saja yang ada di partisi hardisk, simak poin-poin dibawah ini:

  1. Lebih sedikit memori atau kapasitas penyimpanan pada MBR daripada GPT. MBR hanya dapat menyimpan hingga 2 TB, sedangkan GPT adalah 9,4 ZB.
  2. Hanya mendukung partisi pada MBR hingga 4 partisi utama. Sementara ada 128 partisi utama di GPT.
  3. Sistem operasi yang dapat menggunakan GPT hanya jendela yang kompatibel. Sementara itu, MBR dapat digunakan pada semua sistem operasi.
  4. Informasi tentang sistem operasi dan partisi hanya dapat disimpan pada MBR dari sektor utama atau dari sektor pertama. Sementara informasi yang disimpan dalam GPT dapat disimpan beberapa kali.
  5. Jika partisi primer digunakan oleh lebih dari satu partisi, GPT dapat mengoptimalkan semua partisi primer untuk kolaborasi. Sementara itu, MBR harus mengorbankan partisi sebagai diperluas.

Dengan setiap perbedaan di setiap partisi, ada kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi. Untuk alasan ini, keberadaan dua partisi hardisk dipertahankan untuk digunakan dalamkehidupan sehari-hari. Dalam beberapa kasus dapat memilih jenis partisi MBR atau GPT. Semuanya balik lagi sesuai dengan kebutuhan.

Jika Anda ingin memiliki penyimpanan pada partisi yang lebih besar dari 2 TB, Anda bisa mengunakan partisi GPT. Beralih dari MBR ke tipe GPT dapat dilakukan melalui BIOS atau UEFI atau bisa juga menggunakan perangkat lunak pihak ketiga untuk mengubah tipe disk MBR ke tipe GPT. Pada beberapa model komputer/laptop terbaru, kebanyakan dari mereka menggunakan UEFI yang hanya mendukung hardisk GPT saja, terutama PC atau laptop dengan sistem operasi Windows 8, 8.1, dan 10.

Demikianlah pembahasan tentang GPT dan MBR adalah – Perbedaan Partisi Pada Hardisk semoga bisa membuat Anda paham dan bisa mengaplikasikannya dengan benar. Semoga bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan seputar teknologi komputer dan jangan lupa baca artikel lainnya.

Baca juga: